Pahlawan dari Papua Konfrensi Malino

Konfrensi Malino adalah sebuah konferensi yang diadakan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 10 Juli 1946. Konferensi ini membawa kedamaian ke tanah Papua yang saat itu sedang dalam krisis yang parah. Selain itu, konferensi ini juga menghasilkan beberapa pahlawan yang bertanggung jawab atas keberhasilan konferensi ini. Di antara para pahlawan tersebut, ada beberapa yang berasal dari Papua. Inilah pahlawan dari Papua Konfrensi Malino.

Ansus Rumaropen

Ansus Rumaropen adalah salah satu pahlawan yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah anggota Papua dari Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) yang merupakan badan yang dibentuk untuk membuat peraturan baru bagi Indonesia. Ia memainkan peran penting dalam menyusun peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Ia juga menjadi salah satu pemimpin politik dan sosial di wilayah Papua, yang mengajak rakyat Papua untuk bersatu dan melawan penjajahan Belanda.

Thomas Waktu

Thomas Waktu adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah seorang anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga pemimpin politik di wilayah Papua. Ia bertanggung jawab atas penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Johannes Wenda

Johannes Wenda adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah seorang anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga seorang aktivis sosial dan politik di wilayah Papua. Ia memainkan peran penting dalam menyusun peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga banyak melakukan kegiatan sosial dan politik di wilayah Papua untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Simon Matayang

Simon Matayang adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga aktivis politik di wilayah Papua. Ia bertanggung jawab atas penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Clemens Runawery

Clemens Runawery adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga seorang aktivis politik di wilayah Papua. Ia memainkan peran penting dalam penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Nicolas Jouwe

Nicolas Jouwe adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga seorang aktivis politik dan sosial di wilayah Papua. Ia bertanggung jawab atas penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Josias Wurr

Josias Wurr adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga seorang aktivis politik dan sosial di wilayah Papua. Ia memainkan peran penting dalam penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Simon Karema

Simon Karema adalah salah satu pahlawan dari Papua yang hadir di Konfrensi Malino. Ia adalah anggota Lembaga Pembuatan Peraturan (LPP) dan juga seorang aktivis politik dan sosial di wilayah Papua. Ia bertanggung jawab atas penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.

Kesimpulan

Konfrensi Malino merupakan konferensi penting yang terjadi pada tahun 1946 di Papua. Konferensi ini menghasilkan beberapa pahlawan yang berasal dari Papua, seperti Ansus Rumaropen, Thomas Waktu, Johannes Wenda, Simon Matayang, Clemens Runawery, Nicolas Jouwe, Josias Wurr, dan Simon Karema. Mereka bertanggung jawab atas penyusunan peraturan baru untuk wilayah Papua, yang menjadi salah satu hasil konferensi. Selain itu, mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik di wilayah Papua, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua.