Siapa Pattimura, Pahlawan dari Mana?

Pattimura, atau yang dikenal dengan nama lahir Thomas Matulessy, adalah seorang pahlawan Nasional Indonesia. Beliau lahir di Ambon pada tahun 1783. Beliau merupakan anak dari seorang tentara Belanda dan seorang perempuan Moluku. Di masa muda, beliau menjadi tentara Belanda dan menjadi seorang kapten. Namun, pada tahun 1817, ia memutuskan untuk menjadi pemimpin perlawanan terhadap pendudukan Belanda di Maluku.

Pada bulan Juni 1817, Pattimura memimpin gerakan perlawanan yang disebut Perang Sapu Jagat. Perlawanan Pattimura ditujukan untuk melawan Belanda. Pattimura bersama-sama dengan pasukannya berhasil mengalahkan Belanda di sejumlah tempat, termasuk di Ambon, Saparua dan Haruku. Namun, pada bulan November 1817, Belanda berhasil menangkap dan memenggal kepala Pattimura.

Keteguhan dan semangatnya untuk melawan pendudukan Belanda di Maluku diakui oleh rakyat Indonesia. Sehingga, ia dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Pada tahun 1950, negara Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Pattimura. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan dari Presiden Soekarno pada tahun 1963, yaitu Bintang Mahaputera Adipradana.

Kiprah Pattimura Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Kiprah Pattimura sebagai pahlawan nasional Indonesia dimulai pada tahun 1817 ketika ia memimpin perlawanan terhadap Belanda di Maluku. Meskipun Belanda berhasil menangkapnya dan memenggal kepala beliau, namun nama Pattimura tetap abadi di hati masyarakat Indonesia. Selain itu, ia juga dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.

Selain itu, para pengikutnya menganggap Pattimura sebagai tokoh yang berani dan bijaksana. Mereka menganggap beliau sebagai pemimpin yang sangat berdedikasi dan memiliki semangat perjuangan yang tinggi. Hal ini terbukti dengan cara ia memimpin perlawanan terhadap Belanda. Meskipun berakhir dengan pemenggalan kepalanya, namun semangat yang dimiliki Pattimura tetap membakar semangat masyarakat Indonesia untuk melawan pendudukan Belanda.

Penghargaan yang Diterima oleh Pattimura

Karena keteguhan dan semangatnya untuk melawan pendudukan Belanda di Maluku, Pattimura dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1950. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan dari Presiden Soekarno pada tahun 1963, yaitu Bintang Mahaputera Adipradana. Penghargaan ini diberikan kepada Pattimura sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah Indonesia atas perjuangan dan pengorbanannya.

Selain itu, nama Pattimura juga diabadikan oleh pemerintah Indonesia. Misalnya, pemerintah Indonesia menamai sebuah kapal perang sebagai KRI Pattimura. Kapal perang ini digunakan untuk melawan Belanda pada tahun 1945. Selain itu, terdapat juga sebuah lagu yang berjudul ‘Pattimura’. Lagu ini dibuat untuk mengenang jasa patricia dan perjuangannya.

Kesimpulan

Pattimura adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkenal. Beliau lahir di Ambon pada tahun 1783. Pada tahun 1817, ia memimpin gerakan perlawanan yang disebut Perang Sapu Jagat untuk melawan Belanda. Meskipun berakhir dengan pemenggalan kepalanya, namun semangat yang dimiliki Pattimura tetap membakar semangat masyarakat Indonesia untuk melawan pendudukan Belanda. Kiprahnya sebagai pahlawan nasional Indonesia diakui oleh pemerintah Indonesia melalui berbagai penghargaan yang diberikan kepadanya.

Kesimpulan

Pattimura adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkenal. Beliau lahir di Ambon pada tahun 1783. Pada tahun 1817, ia memimpin gerakan perlawanan yang disebut Perang Sapu Jagat untuk melawan Belanda. Keberanian dan semangatnya untuk melawan pendudukan Belanda di Maluku diakui oleh pemerintah Indonesia dengan berbagai penghargaan yang diberikannya. Dengan demikian, kiprah Pattimura sebagai pahlawan nasional Indonesia tetap abadi.