Pahlawan Surabaya, Bung Tomo

Surabaya adalah salah satu kota di Indonesia yang selalu dikenang sebagai kota yang berani dan berjiwa patriotik. Di kota ini pahlawan-pahlawannya selalu dikenang oleh penduduknya. Salah satu pahlawan yang menjadi simbol keberanian dan jiwa patriotik adalah Bung Tomo. Bung Tomo adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Surabaya.

Sejarah Bung Tomo

Bung Tomo lahir di Surabaya pada tanggal 24 Juli 1920. Ia adalah anak dari pasangan Raden Mas Hardjowijoto dan Raden Ayu Noto Soelastri. Orang tua Bung Tomo adalah pegawai pemerintah kolonial Belanda. Setelah Belanda menyerah kepada Jepang, Bung Tomo memutuskan untuk bergabung dengan pasukan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1945, Bung Tomo ikut serta dalam Pertempuran 10 November yang berlangsung di Surabaya. Ia menjadi salah satu pahlawan di sana.

Keberanian dan Jiwa Patriotik Bung Tomo

Keberanian dan jiwa patriotik Bung Tomo patut diacungi jempol. Ia rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Pada Pertempuran 10 November 1945, Bung Tomo bersama dengan sekutunya berhasil mengalahkan pasukan Jepang. Pertempuran ini menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia berani melawan penjajah. Keberanian dan jiwa patriotik Bung Tomo menginspirasi rakyat Indonesia untuk terus berjuang untuk kemerdekaan.

Penghargaan untuk Bung Tomo

Atas jasa dan keberaniannya, Bung Tomo mendapatkan berbagai penghargaan. Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan berupa Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputra, dan Bintang Mahaputra Utama. Pemerintah Jepang juga mengakui keberanian Bung Tomo dengan memberikan penghargaan sebagai pahlawan perang Jepang. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Jalur Kebangsaan Bung Tomo

Untuk mengenang keberanian dan jiwa patriotik Bung Tomo, pemerintah Surabaya membuat sebuah jalur kebangsaan yang diberi nama Jalur Kebangsaan Bung Tomo. Jalur ini melintasi sejumlah tempat yang bersejarah di Surabaya. Jalur ini dimulai dari Monumen Perjuangan 10 November 1945, lalu menuju Museum 10 November, dan berakhir di Monumen Bung Tomo. Jalur ini merupakan wujud rasa hormat terhadap pahlawan Surabaya, Bung Tomo.

Monumen Bung Tomo

Monumen Bung Tomo adalah sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang jasa dan keberanian Bung Tomo. Monumen ini berbentuk patung beruang dengan bentuk kepala Bung Tomo. Di dalam monumen ini juga terdapat sebuah museum yang menampilkan berbagai barang bersejarah yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia.

Keluarga Bung Tomo

Bung Tomo menikah dengan Siti Soemawinah pada tahun 1945. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak. Setelah kemerdekaan, Bung Tomo menjadi seorang pejabat di pemerintahan Indonesia. Ia juga menjadi pendiri dan ketua partai politik Indonesia. Bung Tomo wafat pada tahun 1981. Saat ini, keluarga Bung Tomo terus mempertahankan jiwa patriotik dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Legasi Bung Tomo

Bung Tomo adalah salah satu pahlawan Surabaya yang selalu diingat oleh masyarakat Indonesia. Ia menjadi simbol keberanian dan jiwa patriotik. Legasi Bung Tomo menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, Bung Tomo tetap akan diingat sebagai pahlawan Surabaya yang pemberani dan berjiwa patriotik.

Kesimpulan

Bung Tomo adalah seorang pahlawan yang lahir di Surabaya. Ia ikut serta dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dan berhasil mengalahkan pasukan Jepang. Keberanian dan jiwa patriotiknya patut diacungi jempol. Pemerintah Surabaya membuat sebuah jalur kebangsaan untuk mengenang Bung Tomo serta membangun monumen untuknya. Sosok Bung Tomo selalu diingat sebagai pahlawan Surabaya yang berani dan berjiwa patriotik.