Biodata Pahlawan Bung Tomo

Bung Tomo adalah seorang tokoh pahlawan nasional dari Indonesia yang lahir di Surabaya, 10 September 1911. Bung Tomo merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yang dikenal karena kontribusinya dalam perjuangan mempertahankan Surabaya dari tentara Belanda. Pada masa kemerdekaan, Bung Tomo juga dikenal sebagai pejuang yang berjasa dalam menentukan arah dan tujuan bangsa Indonesia.

Nama lengkap Bung Tomo adalah Raden Mas Soerjopranoto. Ia adalah putra dari pasangan Raden Mas Hardiono dan Nyai Ageng Soerjopranoto. Bung Tomo menamatkan pendidikan di Sekolah Tinggi Militer (STM) Bandung pada tahun 1932. Ia lalu bergabung dengan Royal Dutch East Indies Army (KNIL) pada tahun 1933. Namun, ia kemudian mencari jalan untuk bergabung dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 18 November 1945, Bung Tomo bersama dengan Wali Kota Surabaya Dr. Soetomo membentuk organisasi militer yang disebut PETA (Pembela Tanah Air). Tujuan PETA adalah untuk mempertahankan Surabaya dari penjajah Belanda. PETA berhasil melawan tentara Belanda dan melepaskan Surabaya dari tangan Belanda pada tanggal 10 November 1945.

Setelah kemerdekaan, Bung Tomo terus berperan dalam menentukan arah dan tujuan bangsa Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1948. Pada tahun 1951, ia menjadi anggota DPR, dan pada tahun 1960 ia menjadi anggota MPR. Bung Tomo juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari tahun 1961 hingga 1963.

Pada tahun 1965, Bung Tomo memimpin sebuah operasi militer yang bertujuan untuk memperingati perjuangan yang dilakukannya di Surabaya. Operasi ini disebut Operasi Trikora dan berhasil membebaskan wilayah Indonesia Timur. Pada tahun 1970, Bung Tomo meninggal dunia karena sakit jantung. Ia dikenang sebagai seorang tokoh pahlawan nasional yang menginspirasi generasi muda Indonesia.

Kontribusi Bung Tomo di Masa Kemerdekaan

Kontribusi Bung Tomo dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Ia memainkan peran penting dalam berbagai operasi militer seperti Operasi Trikora. Ia juga membentuk organisasi militer bernama PETA yang berhasil mempertahankan Surabaya dari penjajah Belanda. Selain itu, ia juga menjadi anggota DPR dan MPR, serta menjadi Menteri Pertahanan pada periode 1961-1963.

Peringatan Bung Tomo

Untuk mengenang jasa-jasanya yang luar biasa, pemerintah Indonesia menghormati Bung Tomo dengan memberikan berbagai penghargaan. Ia mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Soeharto pada tahun 1969. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan Bintang Republik Indonesia dari Presiden Sukarno pada tahun 1964. Selain itu, nama Bung Tomo juga diabadikan dalam berbagai nama jalan di seluruh Indonesia.

Di Surabaya sendiri, ada sebuah museum yang didedikasikan untuk memperingati jasa pahlawan nasional tersebut. Museum ini bernama Museum Pahlawan Nasional Raden Soerjo (Museum Bung Tomo) dan berlokasi di Jalan Dr. Soetomo. Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi senjata dan peralatan militer yang digunakan oleh Bung Tomo dalam mempertahankan Surabaya.

Kesimpulan

Bung Tomo adalah seorang tokoh pahlawan nasional yang dikenal karena kontribusinya dalam berbagai perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia telah berjasa dalam menentukan arah dan tujuan bangsa Indonesia. Selain itu, ia juga dikenang karena jasanya dalam mempertahankan Surabaya dari tentara Belanda pada masa kemerdekaan. Untuk menghormati jasanya, Bung Tomo telah mendapatkan berbagai penghargaan dan pengakuan dari pemerintah Indonesia.

Kesimpulan

Bung Tomo adalah seorang tokoh pahlawan nasional yang memiliki kontribusi luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia telah berhasil mempertahankan Surabaya dari penjajah Belanda, serta berperan penting dalam menentukan arah dan tujuan bangsa Indonesia. Untuk menghormati jasanya, Bung Tomo diabadikan dalam berbagai nama jalan di seluruh Indonesia, serta mendapatkan berbagai penghargaan dan pengakuan dari pemerintah Indonesia.