Kisah Pahlawan Nasional Pattimura

Siapa yang tidak tahu tentang pahlawan nasional Pattimura atau yang lebih dikenal dengan nama Thomas Matulessy. Beliau adalah seorang pahlawan nasional yang berjuang melawan penjajah Belanda yang ingin menguasai Pulau Maluku pada tahun 1817. Sebelum menjadi pahlawan nasional, Pattimura adalah seorang prajurit di kerajaan Gowa. Bahkan, ia juga menjabat sebagai komandan militer pada tahun 1812.

Kisah Pattimura dimulai ketika Belanda berusaha menguasai Pulau Maluku. Belanda mengirim seorang utusan bernama Johannes van den Bosch untuk menawarkan kerjasama dengan kerajaan Gowa. Namun, Pattimura yang bertindak sebagai pemimpin kerajaan Gowa pada saat itu menolak tawaran tersebut. Sebab, ia tidak ingin kerajaannya dijajah oleh Belanda.

Pada tanggal 17 Mei 1817, Belanda mengirimkan pasukan militer untuk menyerang kerajaan Gowa. Namun, Pattimura bersama pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Belanda. Hal ini menjadi awal dari perjuangan Pattimura untuk menyelamatkan Pulau Maluku dari invasi Belanda. Sejak saat itu, Pattimura berjuang melawan Belanda dengan berbagai cara, mulai dari pertempuran hingga propaganda.

Pada tanggal 15 Juni 1817, pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal De Kock berhasil mengalahkan pasukan Pattimura. Pattimura pun ditangkap dan dibawa ke Ambon untuk dihukum. Setelah beberapa bulan dijebloskan ke dalam penjara, ia akhirnya dibebaskan oleh Jenderal De Kock. Namun, ia kemudian dibunuh oleh pasukan Belanda pada tanggal 16 Desember 1817.

Setelah kematiannya, Pattimura dihormati sebagai salah satu pahlawan nasional di Indonesia. Ia dihormati karena usahanya yang begitu gigih untuk melawan penjajah Belanda. Keberanian dan kesetiaannya dalam menjaga kemerdekaan Pulau Maluku menjadi contoh bagi generasi penerusnya. Ia juga menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang melawan penjajahan.

Dengan jasanya, Pulau Maluku berhasil dipertahankan dari serangan Belanda. Meskipun ia akhirnya gugur dalam perjuangannya, namun Pattimura telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan Pulau Maluku. Sebab, ia adalah simbol perlawanan yang begitu kuat dan gigih terhadap penjajahan Belanda.

Kini, nama Pattimura masih dihormati dan dihargai oleh masyarakat Maluku. Setiap tahunnya, masyarakat Maluku mengadakan upacara untuk mengenang jasa-jasanya. Selain itu, ia juga diabadikan dalam berbagai bentuk uang kertas dan monumen yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini menandakan bahwa jasa Pattimura tidak akan terlupakan.

Kesimpulan

Pattimura adalah salah satu pahlawan nasional yang berjuang melawan penjajah Belanda untuk menyelamatkan Pulau Maluku. Ia telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan Pulau Maluku. Meskipun ia sudah gugur dalam perjuangannya, namun jasa-jasanya tetap dihormati dan dihargai sampai sekarang. Hal ini menandakan bahwa Pattimura merupakan simbol perlawanan yang begitu kuat terhadap penjajahan.